Materi barisan dan deret matematika kelas 11 menjadi salah satu bagian penting yang perlu dikuasai karena berkaitan dengan pola bilangan, perhitungan suku tertentu, hingga jumlah beberapa suku dalam suatu pola. Konsep ini tidak hanya muncul dalam soal latihan di kelas, tetapi juga sering digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berhubungan dengan pertumbuhan, susunan benda, tabungan, dan pola kehidupan sehari-hari.
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi tersebut, siswa dapat mengerjakan soal evaluasi Matematika kelas 11 materi barisan dan deret. Latihan evaluasi membantu siswa mengenali bagian materi yang sudah dikuasai sekaligus menemukan konsep yang masih perlu dipelajari kembali.
Soal-soal berikut disusun mulai dari pemahaman dasar hingga soal yang membutuhkan kemampuan analisis. Dengan begitu, latihan tidak hanya berfokus pada hafalan rumus, tetapi juga mengajak siswa memahami cara menggunakan rumus sesuai permasalahan.
Materi Barisan dan Deret Kelas 11 yang Perlu Dipahami
Sebelum mengerjakan soal evaluasi, ada beberapa konsep utama yang sebaiknya dikuasai terlebih dahulu.
1. Barisan Bilangan
Barisan merupakan susunan bilangan yang memiliki pola tertentu. Setiap bilangan dalam barisan disebut suku.
Contohnya:
2, 5, 8, 11, 14, …
Pada barisan tersebut, setiap suku bertambah 3. Jadi, pola yang digunakan adalah penambahan bilangan yang sama.
Suku pertama biasanya ditulis dengan simbol a, sedangkan suku ke-n ditulis dengan Un.
2. Barisan Aritmetika
Barisan aritmetika merupakan barisan yang memiliki beda atau selisih tetap antara dua suku yang berurutan.
Contoh:
7, 11, 15, 19, 23, …
Bedanya adalah:
11 − 7 = 4
15 − 11 = 4
19 − 15 = 4
Jadi, beda barisan tersebut adalah 4.
Rumus suku ke-n barisan aritmetika adalah:
Un = a + (n − 1)b
Keterangan:
- Un = suku ke-n
- a = suku pertama
- n = nomor suku
- b = beda
3. Deret Aritmetika
Jika suku-suku pada barisan aritmetika dijumlahkan, terbentuk deret aritmetika.
Misalnya:
3 + 7 + 11 + 15 + 19 + …
Rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika adalah:
Sn = n/2 (2a + (n − 1)b)
Rumus tersebut dapat digunakan ketika diketahui suku pertama, beda, dan banyak suku.
Bentuk lain yang juga sering digunakan adalah:
Sn = n/2 (a + Un)
4. Barisan Geometri
Barisan geometri memiliki ciri berupa rasio yang tetap antara dua suku berurutan.
Contoh:
3, 6, 12, 24, 48, …
Rasionya adalah:
6 ÷ 3 = 2
12 ÷ 6 = 2
24 ÷ 12 = 2
Jadi, rasio barisan tersebut adalah 2.
Rumus suku ke-n barisan geometri adalah:
Un = arⁿ⁻¹
Keterangan:
- a = suku pertama
- r = rasio
- n = nomor suku
- Un = suku ke-n
5. Deret Geometri
Deret geometri diperoleh dari penjumlahan suku-suku dalam barisan geometri.
Contohnya:
2 + 6 + 18 + 54 + …
Untuk jumlah n suku pertama deret geometri, rumus yang dapat digunakan adalah:
Sn = a(rⁿ − 1)/(r − 1)
untuk r > 1.
Sementara itu, untuk kondisi tertentu ketika nilai rasio berada di antara -1 dan 1, konsep deret geometri tak hingga dapat digunakan.
Rumus jumlah deret geometri tak hingga yang konvergen adalah:
S∞ = a/(1 − r)
dengan syarat:
−1 < r < 1
Pemahaman terhadap syarat tersebut penting agar siswa tidak sekadar memasukkan angka ke dalam rumus.
Soal Evaluasi Barisan dan Deret Matematika Kelas 11
Berikut kumpulan soal yang dapat digunakan sebagai latihan mandiri, bahan evaluasi setelah pembelajaran, maupun tambahan tugas untuk siswa.
Soal Pilihan Ganda
Soal 1
Perhatikan barisan berikut!
5, 9, 13, 17, 21, …
Suku ke-15 dari barisan tersebut adalah ….
A. 57
B. 61
C. 63
D. 65
E. 69
Jawaban: B
Pembahasan:
Diketahui:
a = 5
b = 4
n = 15
Gunakan rumus:
Un = a + (n − 1)b
U15 = 5 + (15 − 1)(4)
U15 = 5 + 56
U15 = 61
Jadi, suku ke-15 adalah 61.
Soal 2
Diketahui barisan aritmetika memiliki suku pertama 12 dan beda 5. Nilai suku ke-20 adalah ….
A. 102
B. 105
C. 107
D. 109
E. 112
Jawaban: C
Pembahasan:
Un = a + (n − 1)b
U20 = 12 + (20 − 1)(5)
U20 = 12 + 95
U20 = 107
Jadi, jawabannya adalah 107.
Soal 3
Barisan aritmetika diketahui memiliki suku ke-4 sebesar 17 dan suku ke-10 sebesar 41. Beda barisan tersebut adalah ….
A. 3
B. 4
C. 5
D. 6
E. 7
Jawaban: B
Pembahasan:
U4 = a + 3b = 17
U10 = a + 9b = 41
Kurangkan kedua persamaan:
6b = 24
b = 4
Jadi, beda barisan adalah 4.
Soal 4
Jumlah 20 suku pertama dari deret:
4 + 7 + 10 + 13 + …
adalah ….
A. 610
B. 620
C. 630
D. 640
E. 650
Jawaban: C
Pembahasan:
a = 4
b = 3
n = 20
Cari suku ke-20:
U20 = 4 + (20 − 1)(3)
U20 = 4 + 57 = 61
Selanjutnya:
S20 = 20/2 (4 + 61)
S20 = 10 × 65
S20 = 650
Jadi, jawaban yang tepat sebenarnya adalah 650, yaitu pilihan E.
Soal 5
Diketahui barisan:
2, 6, 18, 54, …
Rasio barisan tersebut adalah ….
A. 2
B. 3
C. 4
D. 6
E. 9
Jawaban: B
Pembahasan:
r = 6 ÷ 2 = 3
Jadi, rasio barisan tersebut adalah 3.
Soal 6
Suku ke-8 dari barisan geometri:
3, 6, 12, 24, …
adalah ….
A. 192
B. 256
C. 384
D. 512
E. 768
Jawaban: C
Pembahasan:
a = 3
r = 2
n = 8
Un = arⁿ⁻¹
U8 = 3(2⁷)
U8 = 3 × 128
U8 = 384
Jadi, suku ke-8 adalah 384.
Soal 7
Jumlah 6 suku pertama deret geometri:
2 + 4 + 8 + 16 + …
adalah ….
A. 62
B. 64
C. 126
D. 128
E. 130
Jawaban: C
Pembahasan:
a = 2
r = 2
n = 6
S6 = a(rⁿ − 1)/(r − 1)
S6 = 2(2⁶ − 1)/(2 − 1)
S6 = 2(64 − 1)
S6 = 126
Jadi, jumlah enam suku pertama adalah 126.
Soal 8
Diketahui barisan aritmetika dengan suku pertama 8 dan suku ke-12 adalah 41. Beda barisan tersebut adalah ….
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
Jawaban: B
Pembahasan:
U12 = a + 11b
41 = 8 + 11b
33 = 11b
b = 3
Jadi, beda barisan adalah 3.
Soal 9
Jika suatu barisan geometri memiliki suku pertama 5 dan rasio 3, maka suku ke-5 adalah ….
A. 135
B. 243
C. 405
D. 425
E. 525
Jawaban: C
Pembahasan:
U5 = 5 × 3⁴
U5 = 5 × 81
U5 = 405
Jadi, jawabannya adalah 405.
Soal 10
Jumlah 10 suku pertama dari deret aritmetika:
6 + 10 + 14 + 18 + …
adalah ….
A. 220
B. 230
C. 240
D. 250
E. 260
Jawaban: C
Pembahasan:
a = 6
b = 4
n = 10
U10 = 6 + 9(4)
U10 = 42
S10 = 10/2 (6 + 42)
S10 = 5 × 48
S10 = 240
Jadi, jawabannya adalah 240.
Soal Evaluasi Tingkat Menengah
Setelah memahami soal dasar, siswa dapat melanjutkan ke soal yang membutuhkan beberapa langkah penyelesaian.
Soal 11
Diketahui tiga suku pertama suatu barisan aritmetika adalah:
2x + 1, 5x − 2, dan 8x − 5.
Nilai beda barisan tersebut adalah ….
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
Jawaban: C
Pembahasan:
Karena merupakan barisan aritmetika, selisih antarsuku harus sama.
(5x − 2) − (2x + 1) = 3x − 3
(8x − 5) − (5x − 2) = 3x − 3
Artinya, ketiga suku tersebut memang memiliki beda yang sama. Nilai beda ditentukan berdasarkan bentuk sukunya, yaitu 3x − 3.
Soal semacam ini membutuhkan ketelitian karena belum tentu langsung menghasilkan angka tanpa informasi tambahan mengenai x.
Soal 12
Suku ke-3 suatu barisan aritmetika adalah 14, sedangkan suku ke-9 adalah 38. Suku pertama barisan tersebut adalah ….
A. 2
B. 4
C. 6
D. 8
E. 10
Jawaban: B
Pembahasan:
U3 = a + 2b = 14
U9 = a + 8b = 38
Kurangkan:
6b = 24
b = 4
Masukkan ke persamaan pertama:
a + 8 = 14
a = 6
Jadi, suku pertamanya adalah 6.
Soal 13
Suatu barisan geometri memiliki suku pertama 81 dan rasio 1/3. Suku ke-5 adalah ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 6
Jawaban: C
Pembahasan:
U5 = 81(1/3)⁴
U5 = 81/81
U5 = 1
Dengan demikian, jawaban yang benar adalah A.
Soal seperti ini penting untuk melatih kemampuan mengubah bentuk pangkat pecahan sebelum melakukan perhitungan.
Soal 14
Sebuah deret geometri memiliki suku pertama 4 dan rasio 2. Jumlah 8 suku pertama deret tersebut adalah ….
A. 508
B. 512
C. 1.020
D. 1.024
E. 1.040
Jawaban: C
Pembahasan:
S8 = 4(2⁸ − 1)/(2 − 1)
S8 = 4(256 − 1)
S8 = 4 × 255
S8 = 1.020
Jadi, jumlah delapan suku pertama adalah 1.020.
Soal Evaluasi Berbasis Cerita
Soal cerita dapat membantu siswa menghubungkan konsep barisan dan deret dengan situasi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Soal 15
Rani menabung secara rutin. Pada minggu pertama ia menabung Rp20.000. Setiap minggu jumlah uang yang ditabung bertambah Rp5.000 dari minggu sebelumnya. Berapa jumlah uang yang ditabung Rani selama 10 minggu?
Pembahasan:
Situasi tersebut membentuk deret aritmetika.
a = Rp20.000
b = Rp5.000
n = 10
U10 = 20.000 + 9(5.000)
U10 = Rp65.000
Jumlah tabungan selama 10 minggu:
S10 = 10/2 × (20.000 + 65.000)
S10 = 5 × 85.000
S10 = Rp425.000
Jadi, jumlah uang yang ditabung selama 10 minggu adalah Rp425.000.
Soal 16
Sebuah gedung memiliki susunan kursi. Baris pertama terdiri atas 15 kursi, baris kedua 18 kursi, baris ketiga 21 kursi, dan seterusnya. Jika terdapat 12 baris, berapa jumlah seluruh kursi?
Pembahasan:
Susunan kursi membentuk deret aritmetika.
a = 15
b = 3
n = 12
U12 = 15 + 11(3)
U12 = 48
Jumlah kursi:
S12 = 12/2 × (15 + 48)
S12 = 6 × 63
S12 = 378
Jadi, jumlah seluruh kursi adalah 378 kursi.
Soal 17
Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 10 meter. Setiap kali memantul, bola mencapai ketinggian 1/2 dari tinggi sebelumnya. Tentukan tinggi pantulan setelah tiga kali pantulan.
Pembahasan:
Ketinggian awal = 10 meter.
Rasio = 1/2.
Pantulan pertama:
10 × 1/2 = 5 meter
Pantulan kedua:
5 × 1/2 = 2,5 meter
Pantulan ketiga:
2,5 × 1/2 = 1,25 meter
Jadi, tinggi bola setelah tiga kali pantulan adalah 1,25 meter.
Soal Uraian Barisan dan Deret
Selain pilihan ganda, soal uraian dapat digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menjelaskan proses penyelesaian.
Soal 18
Diketahui suatu barisan aritmetika memiliki suku pertama 7 dan suku ke-15 adalah 63. Tentukan:
- beda barisan;
- suku ke-25;
- jumlah 25 suku pertama.
Pembahasan:
Diketahui:
a = 7
U15 = 63
Gunakan:
U15 = a + 14b
63 = 7 + 14b
56 = 14b
b = 4
Selanjutnya:
U25 = 7 + 24(4)
U25 = 7 + 96
U25 = 103
Jumlah 25 suku pertama:
S25 = 25/2 (7 + 103)
S25 = 25/2 × 110
S25 = 1.375
Jadi:
- beda = 4
- suku ke-25 = 103
- jumlah 25 suku pertama = 1.375
Soal 19
Suatu barisan geometri memiliki suku pertama 3 dan rasio 2. Tentukan suku ke-10 dan jumlah 10 suku pertamanya.
Pembahasan:
Diketahui:
a = 3
r = 2
n = 10
Suku ke-10:
U10 = 3 × 2⁹
U10 = 3 × 512
U10 = 1.536
Jumlah 10 suku:
S10 = 3(2¹⁰ − 1)/(2 − 1)
S10 = 3(1.024 − 1)
S10 = 3 × 1.023
S10 = 3.069
Jadi, suku ke-10 adalah 1.536, sedangkan jumlah 10 suku pertama adalah 3.069.
Soal 20
Tentukan jumlah deret geometri tak hingga berikut:
12 + 6 + 3 + 1,5 + …
Pembahasan:
Diketahui:
a = 12
r = 6/12 = 1/2
Karena:
−1 < 1/2 < 1
maka deret tersebut konvergen.
Gunakan rumus:
S∞ = a/(1 − r)
S∞ = 12/(1 − 1/2)
S∞ = 12/(1/2)
S∞ = 24
Jadi, jumlah deret geometri tak hingga tersebut adalah 24.
Kunci Jawaban Singkat
Untuk memudahkan pemeriksaan hasil latihan, berikut kunci jawaban soal pilihan ganda:
| Nomor | Jawaban |
|---|---|
| 1 | B |
| 2 | C |
| 3 | B |
| 4 | E |
| 5 | B |
| 6 | C |
| 7 | C |
| 8 | B |
| 9 | C |
| 10 | C |
| 11 | Perlu informasi x |
| 12 | C |
| 13 | A |
| 14 | C |
Untuk soal cerita dan uraian, siswa sebaiknya tidak hanya mencocokkan hasil akhir. Perhatikan juga langkah menentukan nilai suku pertama, beda, rasio, banyak suku, serta pemilihan rumus yang tepat.
Tips Mengerjakan Soal Barisan dan Deret
Banyak siswa sebenarnya memahami rumus, tetapi masih keliru ketika menghadapi soal dengan bentuk yang sedikit berbeda. Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu meningkatkan ketelitian.
Kenali Polanya Terlebih Dahulu
Jangan langsung menggunakan rumus. Perhatikan beberapa suku yang diberikan.
Jika selisih antarsuku tetap, kemungkinan besar soal berkaitan dengan barisan aritmetika. Jika hasil pembagian dua suku berurutan tetap, berarti barisan tersebut merupakan barisan geometri.
Catat Informasi yang Diketahui
Tuliskan informasi seperti:
- a = …
- b = …
- r = …
- n = …
- Un = …
- Sn = …
Cara sederhana ini dapat mengurangi kesalahan ketika memasukkan angka ke dalam rumus.
Bedakan Un dan Sn
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap Un dan Sn sebagai hal yang sama.
Un digunakan untuk mencari nilai suatu suku tertentu, sedangkan Sn digunakan untuk mencari jumlah beberapa suku pertama.
Misalnya, U10 berarti nilai suku ke-10. S10 berarti jumlah sepuluh suku pertama.
Perhatikan Rasio pada Barisan Geometri
Rasio diperoleh dengan membagi suatu suku dengan suku sebelumnya.
Misalnya:
4, 12, 36, 108, …
Rasionya:
12 ÷ 4 = 3
36 ÷ 12 = 3
Maka r = 3.
Jangan tertukar antara rasio dan beda karena keduanya digunakan pada jenis barisan yang berbeda.
Jangan Mengabaikan Syarat Deret Tak Hingga
Pada deret geometri tak hingga, rumus jumlah hanya dapat digunakan apabila nilai rasio memenuhi:
|r| < 1
Jika r lebih besar atau sama dengan 1 dalam nilai mutlak, deret tidak memiliki jumlah hingga dengan cara tersebut.
Manfaat Mempelajari Barisan dan Deret
Pemahaman terhadap barisan dan deret tidak berhenti pada penyelesaian soal di kelas. Konsep pola bilangan dapat membantu siswa berpikir sistematis ketika menemukan suatu persoalan yang memiliki keteraturan.
Contohnya dapat ditemukan pada perhitungan tabungan dengan setoran yang meningkat secara berkala, susunan kursi di gedung, pola jumlah benda, pertumbuhan tertentu, hingga perhitungan cicilan atau investasi dalam konteks matematika.
Materi ini juga melatih siswa untuk mengenali hubungan antarangka. Ketika pola sudah ditemukan, proses perhitungan biasanya menjadi jauh lebih sederhana.
Cara Belajar Barisan dan Deret agar Lebih Mudah
Belajar barisan dan deret sebaiknya tidak hanya menghafalkan rumus. Mulailah dengan memahami perbedaan karakteristik setiap jenis barisan.
Pertama, latihan menemukan pola dari beberapa angka. Kedua, belajar menentukan suku pertama dan beda atau rasio. Ketiga, berlatih mencari suku ke-n. Setelah cukup memahami konsep tersebut, lanjutkan dengan soal jumlah n suku pertama.
Setelah kemampuan dasar mulai terbentuk, kerjakan soal cerita dan soal yang menggabungkan beberapa konsep sekaligus. Tahap tersebut akan membantu siswa terbiasa menghadapi variasi soal yang lebih kompleks.
Satu hal yang juga penting adalah mengecek kembali hasil perhitungan. Kesalahan kecil seperti salah menentukan pangkat, salah memasukkan nilai n − 1, atau keliru membedakan Sn dengan Un bisa membuat jawaban akhir menjadi salah.
Contoh Rangkuman Rumus Barisan dan Deret
Sebagai bahan belajar cepat, rumus penting dapat dirangkum sebagai berikut.
Barisan Aritmetika
Un = a + (n − 1)b
Deret Aritmetika
Sn = n/2 (2a + (n − 1)b)
atau:
Sn = n/2 (a + Un)
Barisan Geometri
Un = arⁿ⁻¹
Deret Geometri
Sn = a(rⁿ − 1)/(r − 1)
untuk r > 1.
Deret Geometri Tak Hingga
S∞ = a/(1 − r)
dengan syarat:
|r| < 1.
Dengan memahami fungsi setiap rumus, siswa akan lebih mudah menentukan langkah yang sesuai ketika menemukan soal baru.
Latihan Mandiri Tambahan
Agar kemampuan semakin terasah, siswa dapat mencoba beberapa soal berikut tanpa melihat pembahasan terlebih dahulu.
1. Tentukan suku ke-18 dari barisan 4, 9, 14, 19, ….
2. Tentukan jumlah 15 suku pertama dari deret 3 + 7 + 11 + 15 + ….
3. Tentukan suku ke-9 dari barisan geometri 2, 6, 18, 54, ….
4. Hitung jumlah 7 suku pertama dari deret 5 + 10 + 20 + 40 + ….
5. Diketahui suku pertama suatu barisan aritmetika adalah 10 dan bedanya 6. Tentukan suku ke-30.
6. Diketahui barisan geometri memiliki suku pertama 64 dan rasio 1/2. Tentukan suku ke-7.
7. Tentukan jumlah 20 suku pertama dari barisan aritmetika dengan a = 5 dan b = 7.
8. Tentukan jumlah deret geometri tak hingga 18 + 9 + 4,5 + ….
Soal-soal tambahan tersebut dapat dikerjakan secara mandiri untuk melihat seberapa kuat pemahaman terhadap konsep barisan dan deret. Jika masih sering salah, sebaiknya kembali mempelajari cara menentukan beda, rasio, suku ke-n, dan jumlah n suku sebelum beralih ke soal yang lebih sulit.
Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, materi Matematika kelas 11 tentang barisan dan deret akan terasa lebih mudah. Kunci utamanya bukan menghafal sebanyak mungkin rumus, melainkan memahami pola, mengetahui informasi yang tersedia, kemudian memilih rumus yang benar untuk menyelesaikannya.









