Dalam beberapa waktu terakhir, dunia olahraga di Indonesia kedatangan “pendatang baru” yang langsung mencuri perhatian. Namanya padel. Olahraga ini mulai ramai dibicarakan di media sosial, dimainkan oleh publik figur, hingga bermunculan di berbagai kota besar. Banyak orang penasaran dan bertanya-tanya: sebenarnya apa itu padel, dan kenapa bisa viral begitu cepat?
Jika sebelumnya masyarakat Indonesia lebih akrab dengan tenis, badminton, atau squash, kini padel hadir sebagai alternatif olahraga raket yang terasa segar, seru, dan relatif mudah dimainkan. Artikel ini akan mengulas secara lengkap apa itu padel, asal-usulnya, cara bermain, hingga alasan mengapa olahraga ini begitu cepat populer di Indonesia.
Apa Itu Padel?
Padel adalah olahraga raket yang dimainkan secara ganda (dua lawan dua) di lapangan tertutup berdinding kaca. Sekilas, padel terlihat seperti gabungan antara tenis dan squash, namun dengan aturan dan karakter permainan yang unik.
Olahraga ini menggunakan raket khusus tanpa senar dan bola yang mirip bola tenis, tetapi dengan tekanan udara yang sedikit lebih rendah. Dinding kaca di sekeliling lapangan bukan sekadar pembatas, melainkan bagian aktif dari permainan—bola boleh memantul ke dinding dan tetap dianggap sah.
Karena itulah, padel menawarkan permainan yang dinamis, cepat, dan penuh strategi.
Sejarah Singkat Olahraga Padel
Padel pertama kali ditemukan pada akhir tahun 1960-an di Meksiko. Awalnya, olahraga ini hanya dimainkan secara terbatas di kalangan tertentu. Namun, seiring waktu, padel berkembang pesat di negara-negara Eropa, terutama Spanyol dan Argentina.
Di Spanyol, padel bahkan menjadi salah satu olahraga paling populer, mengalahkan tenis dalam jumlah pemain rekreasional. Dari sana, padel menyebar ke berbagai negara di Eropa, Timur Tengah, hingga Asia, termasuk Indonesia.
Cara Bermain Padel Secara Umum
Bagi pemula, padel tergolong mudah dipelajari. Berikut gambaran singkat cara bermainnya:
- Jumlah pemain
Padel dimainkan oleh empat orang (dua tim, masing-masing dua pemain). - Ukuran lapangan
Lapangan padel lebih kecil dibanding tenis, dikelilingi dinding kaca dan pagar besi. - Servis
Servis dilakukan dari bawah (underhand), berbeda dengan tenis yang melakukan servis dari atas kepala. - Pantulan dinding
Bola boleh memantul ke dinding setelah menyentuh lantai satu kali, mirip squash. - Sistem skor
Sistem penilaian hampir sama dengan tenis: 15, 30, 40, dan game.
Kombinasi ini membuat padel terasa lebih santai namun tetap kompetitif.
Kenapa Padel Cepat Viral di Indonesia?
Popularitas padel di Indonesia bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang membuat olahraga ini cepat naik daun.
1. Mudah Dimainkan Pemula
Berbeda dengan tenis yang membutuhkan teknik cukup kompleks, padel lebih ramah bagi pemula. Lapangan yang lebih kecil dan pantulan dinding membantu pemain menjaga reli permainan lebih lama.
Bahkan orang yang baru pertama kali bermain bisa langsung menikmati permainan tanpa harus menguasai teknik tingkat tinggi.
2. Seru dan Sosial
Karena dimainkan berpasangan, padel sangat cocok untuk olahraga sosial. Banyak orang memainkannya bersama teman, rekan kerja, atau komunitas. Tidak heran jika padel sering dijadikan aktivitas olahraga sekaligus ajang bersosialisasi.
3. Banyak Dimainkan Publik Figur
Popularitas padel juga terdorong oleh kehadiran atlet, selebritas, dan influencer yang membagikan aktivitas bermain padel di media sosial. Hal ini membuat olahraga ini terlihat trendi dan kekinian.
4. Fasilitas Mulai Bermunculan
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya, lapangan padel mulai bermunculan. Kehadiran fasilitas ini membuat masyarakat semakin mudah mencoba olahraga padel secara langsung.
5. Cocok untuk Gaya Hidup Urban
Padel dianggap cocok dengan gaya hidup masyarakat urban: tidak membutuhkan waktu lama, bisa dimainkan setelah jam kerja, dan memberikan olahraga kardio tanpa terlalu menguras tenaga.
Perbedaan Padel dan Tenis
Meskipun terlihat mirip, padel memiliki sejumlah perbedaan dengan tenis:
- Lapangan lebih kecil
- Selalu dimainkan ganda
- Servis dari bawah
- Dinding menjadi bagian permainan
- Raket tanpa senar
Perbedaan inilah yang membuat pengalaman bermain padel terasa unik dan berbeda.
Manfaat Bermain Padel
Selain seru, padel juga menawarkan banyak manfaat kesehatan, antara lain:
- Meningkatkan kebugaran jantung
- Melatih refleks dan koordinasi
- Membakar kalori
- Mengurangi stres
- Meningkatkan interaksi sosial
Karena intensitasnya bisa disesuaikan, padel cocok dimainkan oleh berbagai usia.
Apakah Padel Cocok untuk Semua Orang?
Secara umum, padel aman dan cocok untuk banyak orang. Namun, seperti olahraga lainnya, pemanasan dan penggunaan perlengkapan yang tepat tetap penting untuk menghindari cedera.
Bagi orang yang memiliki riwayat cedera lutut atau pergelangan tangan, disarankan untuk bermain secara bertahap dan tidak memaksakan diri.
Masa Depan Padel di Indonesia
Melihat tren saat ini, padel memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Indonesia. Komunitas pemain mulai terbentuk, turnamen kecil mulai digelar, dan minat masyarakat terus meningkat.
Jika infrastruktur dan dukungan terus bertambah, bukan tidak mungkin padel akan menjadi salah satu olahraga favorit baru di Tanah Air, berdampingan dengan olahraga raket lainnya.
Padel adalah olahraga raket modern yang menggabungkan unsur tenis dan squash dengan konsep permainan yang lebih santai dan sosial. Mudah dipelajari, seru dimainkan, dan cocok untuk gaya hidup urban—tidak heran jika padel cepat viral di Indonesia.
Bagi Anda yang ingin mencoba olahraga baru yang menyenangkan sekaligus menyehatkan, padel bisa menjadi pilihan menarik. Dengan komunitas yang terus tumbuh dan fasilitas yang semakin tersedia, padel tampaknya bukan sekadar tren sesaat, melainkan olahraga yang berpotensi bertahan lama.











