Menu

Mode Gelap
Elon Musk Beli Twitter: Pembaruan Twitter Siap Datang Seberapa Penting Kesehatan Untuk Kehidupan Perempuan Adalah Akar Peradaban Dunia Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu

Inspirasi · 2 Mar 2022 23:53 WIB ·

Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu


Ilustrasi sukses dan bahagia akan impiannya yg tercapai. Sumberl : Jcomp - Freepik.com Perbesar

Ilustrasi sukses dan bahagia akan impiannya yg tercapai. Sumberl : Jcomp - Freepik.com

Perkenalkan nama ku Dwiky Fitrian Prayoga, aku lahir dan berdomisili di sumatra selatan. Awal semangat ku untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri atau PTN dimulai sejak aku duduk di kelas 1 SMA. Semua semangat dan motivasi berkat dari orang-orang terdekat dan juga sebuah film motivasi karya Bang Andrea Hirata.

Aku dibesarkan dari keluarga sangat sederhana, harta yang paling dibanggakan oleh keluarga ku hanyalah anak. Tak lain dari itu. Bapak ku dulu bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibu ku bekerja sebagai buruh tani yaitu penyadap kayu karet dikebun orang lain yang kisaran penghasilan perbulan hanya cukup untuk membeli beras dan bumbu dapur. Sedangkan bapak ku berpenghasilan jika hanya ada proyek bangunan saja.

Pada pertengahan tahun 2017, setelah Lulus SMP aku ditemani oleh bapak mendaftar di SMA favorit kala itu. Alasan mengapa aku berkeinginan untuk masuk SMA favorit tersebut adalah agar aku nantinya bisa mudah untuk menggapai mimpi untuk kuliah, sebab kakak ku dulu alumni SMA tersebut dan sekarang sudah lulus dari Perguruan Tinggi Negeri favorit pula yaitu IPB beasiswa bidikmisi.

Singkat cerita setelah aku mendaftarkan diri di SMA favorit itu aku ditemani bapak ku untuk mengikuti tes seleksi. Dan alhamdulilah keinginan ku selalu di suport dan didukung oleh kedua orang tua. sangat pagi sekali hari itu aku dan bapak berangkat dari rumah menuju lokasi tes di SMA favorit, jaraknya cukup jauh yaitu 45 kilometer, jika ditempuh menggunakan sepeda motor kurang lebih dalam waktu satu setengah jam. Sesampainya dilokasi tes aku langsung diarahkan untuk masuk ruangan tes. Tes pun dimulai, waktu itu aku gugup untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan. Akan tetapi aku berusaha untuk tenang dan konsentrasi, cukup sulit bagi orang seperti aku yang dulu semasa SMP yang sering menghiraukan pelajaran. Memakai kaos kaki pendek, rambut panjang, dekil, celana dilinting, merokok bahkan sering dikejar oleh kepala sekolah. itu masa SMP ku kawan, untuk adik-adik jangan ditiru ya, hehehe…

Dan benar kawan, dari hasil tes tertulis yang dikoreksi oleh pihak panitia penerimaan siswa baru di SMA favorit tersebut aku menerima E-mail bahwa aku tidak lulus. Cukup kecewa, hampir nangis sih, hemm..  mungkin ini adalah hasil dari semua tingkah dan perilaku ku selama SMP yang tak pernah peduli dengan materi pelajaran.

Namun bapak tak putus asa ia ingin anaknya harus tetap lanjut sekolah, lalu bapak mendaftarkan ku kembali di SMA 1 lubai ulu yang hanya berjarak 5 KM dari rumah. Sebenarnya aku tidak ingin masuk di SMA tersebut yang katanya akreditasinya masih B pada saat itu (sok-sokan gak mau), tapi ya apa boleh buat daripada nantinya aku putus sekolah. Kemudian aku ikuti lagi tes seleksi di SMA tersebut. Dan alhamdulilah aku lulus.

Awal SMA aku tak pernah terpikir lagi untuk kuliah, sebab menurut ku masuk SMA aja susah apalagi masuk Perguruan tinggi. Namun beruntungnya aku diketemukan oleh salah satu guru yang sangat memberikan motivasi, beruntungnya lagi guru tersebut adalah wali kelas ku. Beliau selalu mengajarkan kebersamaan dalam segala hal dan selalu memberikan motivasi baik tentang masalah formal maupun non-formal. Dari dukungan dan motivasinya lah impian ku untuk suatu saat bisa kuliah bangkit kembali. Tak hanya itu kawan, mimpi bangkit sebab dipengaruhi hal baik oleh sebuah film karya Bang Andrea Hirata. Film tersebut menurut ku mimiliki kisah inspiratif yang sangat kuat, tentang dua orang anak desa yang menggapai mimpi dengan segala kekurangan hingga bisa kuliah di Jerman. Judul filmya pun cocok dengan isi filmya yaitu Sang Pemimpi.

Mulai saat itu aku semangat untuk mengejar nilai di semester pertama dengan berbagai metode belajar yang aku buat sendiri. Yang akhirnya aku mendapat nilai baik disemester pertama dengan peringkat Tiga dikelas. Dengan nilai yang cukup memuaskan membuat aku tambah bersemangat untuk mendapatkan nilai baik disemester berikutnya. Pada semester kedua entah kenapa aku lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan organisasi. Karena aku dianggap paling aktif dalam organisasi, aku diikutsertakan lomba ketangkasan membuat tandu darurat PMR tingkat kabupaten. Karena sebelum hari perlombaan diadakan aku sering berlatih bersama tim ku. Dan akhirnya alhamdulilah aku dan tim ku meraih peringkat pertama. Senengnya bukan main. Sangking aktifnya aku dalam berorganisasi sampai sempat aku dipercaya dan ditunjuk sebagai ketua organisasi rohani islam, bahkan mencalonkan diri sebagai ketua OSIS pun pernah tapi sayangnya tidak terpilih, hanya selisih 7 point dari calon yang terpilih. meski demikian aku tak pernah lupa untuk belajar dan tidak lupa dengan mimpi untuk masuk PTN. Berbekal ketekunan dan keaktifan dalam menjadi siswa pada semester dua kali ini aku meraih peringkat pertama. Sangat bangga.

Akan tetapi pada semester berikutnya rasa semangat yang aku miliki berbeda dengan sebelumnya tidak tahu apa penyebabnya. Kegiatan organisasi masih tetap aku jalankan dan aku masih menjabat menjadi ketua rohis. Namun berbeda, lambat laun kebersamaan dalam organisasi semakin menjauh. Sebab faktor sesama anggota yang tak bisa menghargai antar pendapat dan kesepakatan dalam organisasi. Meski demikian aku tetap menjalankan organisasi dengan cara sederhana, berharap agar organisasi ini tidak terkubur lagi. Oleh berbagai faktor negatif dari organisasi, hingga aku tak lagi peduli pada pelajaran. Dan benar pada semester 3 ini aku tak lagi menpatkan peringkat kelas. cukup kecewa rasanya. Pada semester 4 aku memutuskan untuk berhenti dari segala organisasi dengan segala hormat. Dan aku kembali untuk fokus pada pelajaran, namun tetap saja kawan, rasa sudah banyak sekali perbedaan dalam kenyamanan belajar, ditambah lagi aku berpikir bahwa untuk masuk PTN jalur SNMPTN grafik nilai rapor dari semester 1 sampai semester 5 harus memiliki grafik naik, sedangkan nilai ku sempat turun pada semester tiga kemarin. Sudah tak nyaman lagi rasanya untuk belajar. Pada saat itu Bapak  mulai sakit-sakitan gula darahnya sering naik dan tak lagi bekerja. Dari keadaan tersebut aku kembali membelokkan mimpi ku untuk menjaga Bapak dan mengubur dalam-dalam mimpi ku untuk masuk PTN. berat rasanya, namun aku suka tantangan dan hal baru. aku tak lagi aktif lagi dalam organisasi bahkan aku sering tak lagi peduli pada pelajaran disekolah. Saat itu yang aku pikirkan hanya kesehatan bapak ku. Hampir tiap minggu aku menghantarkan bapak untuk berobat. Mengapa aku memutuskan demikian dan sangat berbeda pada mimpi awal ku, sebab bagi ku bapak adalah orang tua yang luar biasa, amat kuat, dan pemberi motivasi yang luar biasa pula. beliau mengajarkan ku tentang pentingnya kedisiplinan dan ketulusan. Bila aku ingin sukses dimasa depan beliau selalu menyarankan ku untuk menjadi wirausahawan, dengan demikian maksut beliau jika aku berwirausaha, agar aku tidak sering terikat oleh suatu perusahaan atau suatu lembaga kerja. Dan pada saat itu aku mencobanya dengan menjual sayuran yang aku tanam sendiri dan juga memberanikan diri untuk membuka kedai kopi sederhana. aku sudah lupa dengan semua tugas disekolah dan selalu aku kerjakan dengan terlambat.

Aku mulai mengejar nilai di semester 5 sambil sebisa ku membantu ibu untuk merawat bapak, tak jarang jika aku harus izin tak masuk sekolah untuk menemani bapak berobat. Jauh sudah aku tertinggal tentang materi pelajaran hingga aku susah untuk kembali mendapatkan peringkat seperti dulu namun kabar baiknya aku masuk dalam pemeringkatan siswa yang diperbolehkan untuk memilih kuliah lewat jalur SNMPTN, senengnya bukan main, ya walaupun aku berada didereten angka 28 dari 40 siswa yang diberi kesempatan untuk jalur SNMPTN. Akan tetapi kini aku fokus untuk merawat bapak, hingga aku masuk semester akhir, semester 6. Kondisi kesehatan bapak semakin memburuk padahal semua pengobatan sudah pernah dicoba namun belum ada yang mampu menyembuhkan penyakitnya padahal penyakit yang dulu diderita oleh bapak hanya diabetes kini merambah hingga ke gagal ginjal dan pada pertengahan februari 2020 bapak menghembuskan nafas terakhirnya di suatu rumah sakit. Kali ini hilang sudah semua harapanku, tak ada lagi mimpi yang bisa ku perlihatkan untuknya, hanya bisa iklhas dan menerima apa yang terjadi.

Dihari berikutnya setelah bapak tiada aku cukup bingung harus memulai jati diri dari mana, sebab hanya bapaklah yang mampu memberikan motivasi yang luar biasa namun ia sudah tiada. Tapi aku ingat bahwa aku masih ada kesempatan untuk bisa masuk PTN lewat jalur SNMPTN ya walaupun nanti pada akhirnya harus diseleksi. Dengan bermodalkan waktu yang sangat singkat aku berusaha untuk yakin tetap berhasil. Pada awal maret 2020 aku memutuskan untuk memilih jurusan dan PTN pada akun SNMPTN, pada saat itu aku ditemani oleh kaka tingkat SMA yang kini sudah lulus dari program studinya dari politeknik sriwijaya dan beliaulah yang menyarankanku untuk mengambil program studi di PTN. Pada pilihan pertama aku memilih Universitas Brawijaya dengan program studi Sosial Ekonomi Perikanan dan pilihan kedua Universitas Negeri Lampung menjadi pilihanku dengan program studi Proteksi Tanaman aku juga mendaftarkan diri sebagai peserta KIP kuliah karena aku beranggapan bahwa ibu ku tak akan sanggup membiayai kuliahku nanti dengan segala keterbatasan ekonomi. Tak hanya itu rasa semangatku juga membawaku untuk mendaftar di politeknik negeri jalur SNMPN. Bermodalkan rapor dengan nilai naik turun aku memberanikan diri untuk mendaftar di politeknik negeri. Pada saat itu jalur SNMPN memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang mendaftar untuk bisa memilih 3 program studi dan 2 politenik negeri. Pilihan pertamaku untuk politeknik negeri aku memilih Politeknik Negeri Lampung dengan program studi Budidaya perikanan dan pilihan kedua aku memilih Politeknik Negeri Jember dengan program Studi Teknologi Perikanan kemudian pilihan ketiga aku memilih Politeknik Negeri Lampung dengan program studi Teknologi Pembenihan ikan. Setelah aku mendaftar ternyata Politeknik Negeri Lampung memintaku untuk mengirim berkas yang sama secara fisik ke kampusnya. semua ku penuhi bersama itu pula aku lampirkan formulir KIP kuliah dan ku kirim lewat pos berharap agar aku bisa lolos nantinya. Aku juga mengikuti seleksi SPAN-PTKIN.

Tibalah pada saat pengumuman yang pertama yaitu pengumuman SNMPN pada tanggal 28 Maret 2020, dan ternyata aku lolos dan diterima di Politeknik Negeri Lampung. Seneng pastinya. Kemudian aku diarahkan secara daring online untuk melakukan daftar ulang secara online pula, untuk mengetahui besaran UKT. Di hari berikutnya adalah pengumuman hasil daftar ulang dan tepatnya sore hari aku membuka pengumuman itu dan aku dikenakan UKT golongan 3, Empat Juta Rupiah. Tanpa berpikir panjang aku mengundurkan diri dari Politeknik Negeri Lampung, sebab aku tahu aku dan ibu tidak akan sanggup membayar UKT sebanyak itu. Ibu bilang “belajar untuk ikhlas insyaallah suatu hari nanti kamu akan menemukan rejeki terbaikmu”. Dengan berat hati dan sedikit rasa kecewa aku belajar ikhlas. Lagipula batas pelunasan UKT itu harus Lunas terbayar sebelum tanggal 7 April 2020. Sudahlah, aku sudah ikhlas.

Aku masih ada kesempatan berharap pada SNMPTN yang sudah dijadwalkan akan diumumkan pada tanggal 8 April 2020. Namun harapanku terkadang goyah, yang selalu aku pikirkan aadalah, bagaimana jika aku diterima lagi pada jalur SNMPTN ini ( dih GR) mungkin aku tak sanggup untuk membayar ukt lagi. Aku membuat rencana kedua untuk ikut bimbingan belajar pada ka Ronal, kaka yang membantuku memilihkan jurusan tadi, untuk mempersiapkan diri mengikuti tes SBMPTN. Dengan cara ini aku bisa berfikir dengan waktu yang cukup panjang aku bisa belajar sambil bekerja untuk mepersiapkan diri dan juga untuk mempersiapkan biaya UKT nantinya, itu fikirku dan rencana kedua ku.

Tibalah saatnya pengumuman SNMPTN 8 April 2020. Aku membuka pengumuman itu dengan tangan ringan, “ Halah paling juga nggak lulus “ sempat ngomong ke diri sendiri. Alhamdulilah, ternyata aku lolos pada pilihan pertama yaitu Universitas Brawijaya. Untuk kesekian kalinya aku mengatakan “ senengnya bukan main” setelah itu aku diminta untuk daftar ulang secara online pula, sebab wabah COVID-19 semakin merebak. Aku berharap KIP kuliah ku pula bisa diterima agar tidak ada biaya UKT nantinya. ibu yang sangking senengnya juga bilang, katanya apapun yang bisa kita jual, kita jual saja untuk membayar UKT mu nanti.  Satu bulan setelah daftar ulang diterbitkan pengumuman tentang UKT mahasiswa baru, aku pun turut mengecek UKT yang ku dapat. Ternyata Biaya UKT ku masih ditunda perihal verifikasi KIP kuliah, seneng sih bisa ngumpulin uang dulu. Setiap hari aku cek pengumuman itu dan belum ada info update. Setelah hampir 18 hari akhirnya ada pengumuman baru, ada SMS masuk kedalam Hp ku dari Universitas Brawijaya yang mengatakan bahwa pengajuan KIP kuliah ku di verifikasi dan bebas dari Uang Kuliah Tunggal. Setelah aku cek ternyata benar UKT ku sudah lunas dibayarkan oleh Dikti dan langsung diberi NIM mahasiwa. Ibu ku sujud syukur dan sekarang aku sah menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya

Ternyata benar kawan, semua mengandung hikmah, jika saja aku diterima di SMA favorite mungkin tidak akan ada suka duka dalam kebersamaan bersama teman terlebih lagi mungkin aku tidak akan bisa merawat bapak walaupun takdir berkata lain. Sebab pilihan yang kita anggap buruk terkadang memberikan kenangan yang hebat nantinya.

Dan benar kata ibu, jika kita berani ikhlas maka kita akan menerima rejeki yang luar biasa walaupun kita tidak tahu kapan Tuhan akan memberikan untuk kita

Kini aku masih dirumah, belum ada jadwal dari pihak Universitas Brawijaya kapan mulai kuliah tatap mukanya. Sebab kondisi COVID-19 belum kunjung reda. Sembari menunggu pengumuman untuk berangkat ke Universitas Brawijaya aku membantu ibu menyadap kayu karet, hehehe..

Sekian teman-teman, semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman, yang paling penting utuk menuju kesuksesan adalah prinsip dan besarnya rasa percaya diri dengan Do’a, Tekad dan usaha insyallah satu persatu apa yang kita inginkan pasti terwujud.

Jadikan kegagalan dalam rintangan sebagai Tugu pengingat kenangan di masa depan.

~Dwiky Fitrian Prayoga~

Sumber Tulisan : Aset Tulisan MASUK PTN 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya

Dari Komedian Jadi Sutradara Gemilang, Inilah Kisah Sukses Jordan Peele

10 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Jordan Peele

Habis Gajian? 4 Buku Keuangan yang Membantu Pengeluaranmu!

9 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Buku Keuangan

Menembus Atmosfer, Kisah Inspiratif di Balik Penemu Roket

7 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Penemu Roket

Sukseskan Perayaan 17 Agustus dengan 5 Lomba Kreatif!

3 Agustus 2023 - 15:00 WIB

Lomba Kemerdekaan Indonesia

Meneladani Semangat 4 Tokoh Inspiratif yang Tak Kenal Menyerah

1 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Tokoh Inspiratif Tak Kenal Menyerah

Intip 4 Karir Cemerlang untuk Lulusan Sastra Inggris

9 Juni 2023 - 18:00 WIB

Intip 4 Karir Cemerlang untuk Lulusan Sastra Inggris
Trending di Inspirasi