Sangat penting untuk memberikan berbagai jenis asupan untuk tubuh. Namun, kamu tetap harus mempertimbangkan apa yang layak untuk kamu konsumsi dan seberapa besar porsi yang dapat kamu konsumsi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa makanan dan minuman tertentu dapat membahayakan organ tubuh seperti otak.
Otak adalah organ terpenting dalam tubuh kamu, karena memungkinkan jantung kamu berfungsi dengan baik, paru-paru kamu bernapas dengan benar, dan semua sistem tubuh kamu berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga fungsi otak yang optimal melalui diet yang sehat.
Beberapa makanan dapat merusak otak, merusak memori dan suasana hati, serta meningkatkan risiko demensia. Beberapa makanan berikut bisa membahayakan otak, lho! Yuk, simak sampai habis!
Minuman manis
Dalam cuaca panas, soda, minuman energi, dan jus buah kemasan terasa manis dan menyegarkan. Minuman ini, bagaimanapun, tidak baik untuk kesehatan kamu. Mengkonsumsi terlalu banyak minuman manis tidak hanya dapat menyebabkan penambahan berat badan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Menurut penelitian dalam High-Sugar Diets, Type 2 Diabetes and Alzheimer’s Disease, penyakit kronis ini juga dapat meningkatkan risiko terkena Alzheimer.
Selain itu, minuman manis dapat meningkatkan risiko demensia. Hal ini terkait dengan efek fruktosa dalam minuman manis terhadap obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan disfungsi arteri.
Makanan berlemak
Lemak trans buatan—seperti margarin dan kue siap saji—yang diproduksi oleh produsen dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer jika dikonsumsi secara berlebihan.
Menurut praktik medis, lemak trans mengurangi risiko di berbagai bagian tubuh, termasuk jantung.
Ada banyak lemak trans di pembuluh darah, seperti jantung, ginjal, dan otak. Hal ini dapat mengganggu fungsi kognitif seseorang. Akibatnya, makanan tinggi lemak trans terdiri dari makanan yang dapat merusak otak. Lemak trans juga dapat mengganggu produksi hormon dan merusak fungsi sel. Faktanya, keseimbangan hormonal sangat penting untuk fungsi otak, seperti menjaga fungsi memori. Otak manusia terdiri dari sekitar 60% lemak. Untuk menjaga fungsinya, memang perlu mengonsumsi lemak, tetapi harus lemak yang baik.
Alkohol
Minuman yang satu ini sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Alkohol juga dapat meningkatkan peluang kamu untuk mengalami kerusakan otak.
Minuman ini dapat berdampak negatif pada volume otak, perubahan metabolisme, dan gangguan neurotransmiter (senyawa kimia tubuh yang menyampaikan pesan antar sel).
Orang yang banyak mengonsumsi alkohol biasanya kekurangan vitamin B1. Hal ini dapat menyebabkan ensefalopati Wernicke, yang kemudian dapat berkembang menjadi sindrom Korsakoff.
Ada banyak efek negatif lain dari alkohol pada tubuh, seperti gangguan fungsi otak, pola tidur terganggu, kehilangan memori, ketidakstabilan, dan lain-lain.
Karbohidrat sederhana
Makanan yang tergolong karbohidrat sederhana adalah jenis makanan yang bisa berbahaya bagi otak. Gula dan biji-bijian olahan seperti tepung putih adalah contoh karbohidrat sederhana.
Indeks glikemik karbohidrat ini tergolong tinggi (GI). Ini berarti mereka cepat tercerna oleh tubuh kamu, menghasilkan gula darah dan lonjakan insulin.
Makanan ini sering memiliki beban glikemik tinggi bila kamu konsumsi dalam jumlah besar (GL). Makanan GI dan GL tinggi telah terbukti merusak fungsi otak.
Menurut penelitian, hanya satu kali makan dengan kandungan glikemik tinggi dapat merusak memori pada anak-anak dan orang dewasa. Studi lain terhadap mahasiswa yang sehat menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak lemak dan gula halus memiliki ingatan yang lebih buruk.
Efek pada memori ini bisa jadi karena peradangan pada hippocampus, bagian otak yang mempengaruhi memori serta respons terhadap isyarat lapar dan kenyang.
Yuk, kunjungi laman Instagram dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!