Menu

Mode Gelap
Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026 20 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi QS Asia 2026 Materi Belajar SD/MI Kelas 1 Kurikulum Merdeka Tips Mendidik Anak Menjadi Pelajar Berprestasi

Kesehatan · 8 Jul 2022 19:18 WIB ·

Dampak Buruk Kesehatan dari Kebiasaan Makan Berlebihan


Dampak Buruk Kesehatan dari Kebiasaan Makan Berlebihan Perbesar

Sangat mudah untuk makan berlebihan ketika kita disajikan dengan banyak makanan lezat. Contoh paling umum adalah pergi ke restoran makan sepuasnya. Padahal, makan terlalu banyak berdampak negatif bagi tubuh.

Dibutuhkan sekitar 20 menit bagi otak untuk mengirim sinyal kenyang ke perut. Jika kita terus makan setelah 20 menit, tanpa sadar kita akan makan berlebihan begitu sinyal kenyang mencapai perut.

Makan berlebihan menyebabkan perut membesar melebihi ukuran normalnya untuk mengakomodasi jumlah makanan yang kita konsumsi. Perut yang membesar ini memberi tekanan pada organ lain, membuat kita merasa tidak nyaman. Ini juga berdampak pada fungsi organ tubuh. Organ kita bekerja lembur untuk mencerna makanan. Berikut adalah beberapa dampak buruk makan berlebihan bagi kesehatan:

Risiko obesitas

Beberapa kalori dalam makanan yang kita makan diubah menjadi energi oleh tubuh kita. Sedangkan sisanya disimpan sebagai lemak.

Berat badan kita akan bertambah jika kita mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang kita keluarkan. Menambah berat badan sebenarnya bermanfaat bila kita lakukan dengan cara yang sehat. Sebaliknya, makan berlebihan dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas.

Meningkatkan risiko diabetes

Makan berlebihan, menurut sebuah penelitian yang terbit dalam Journal of Eating Disorders, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Awalnya, kebiasaan ini bisa menyebabkan peningkatan lemak perut (visceral fat). Tubuh menjadi lebih rentan terhadap peradangan karena lemak perut menumpuk. Resistensi insulin berkembang sebagai akibat dari kondisi ini. Pada kondisi resistensi insulin, insulin yang dihasilkan pankreas tidak mampu menurunkan gula darah sehingga kadarnya selalu tinggi.

Meningkatkan risiko penyakit jantung

Makan berlebihan dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit. Kita akan lebih rentan terhadap hipertensi, kolesterol tinggi, dan faktor risiko penyakit jantung lainnya. Efek negatif ini akan semakin besar jika kita mengonsumsi junk food dalam jumlah berlebihan, seperti gorengan, minuman manis, dan daging olahan. Alasannya adalah karena junk food mengandung banyak lemak trans, tambahan gula, dan sodium.

Penyakit kantong empedu

Makan terlalu banyak juga buruk untuk kantong empedu kita, terutama jika kita makan banyak makanan berminyak dan tinggi lemak. Ini karena fungsi utama empedu adalah memecah lemak dan membuatnya lebih mudah untuk mencernanya.

Kandung empedu kita harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan cukup empedu saat kita makan berlebihan. Kelebihan empedu, di sisi lain, dapat mengeras, membentuk batu, dan menyumbat saluran empedu. Penyakit kandung empedu berkembang sebagai akibatnya.

 

Yuk, kunjungi laman Instagram dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Cara Menjaga Imun Tubuh saat Pergantian Musim

14 Juni 2026 - 17:33 WIB

Screening Kesehatan adalah

Cara Mengurangi Konsumsi Gula agar Lebih Sehat

14 Juni 2026 - 11:27 WIB

Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Benar

13 Juni 2026 - 23:18 WIB

Makanan yang Membantu Menurunkan Kolesterol

13 Juni 2026 - 18:17 WIB

Manfaat Rutin Cek Kesehatan Setiap Tahun

13 Juni 2026 - 16:05 WIB

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi secara Alami

13 Juni 2026 - 05:17 WIB

Trending di Kesehatan