Menu

Mode Gelap
Elon Musk Beli Twitter: Pembaruan Twitter Siap Datang Seberapa Penting Kesehatan Untuk Kehidupan Perempuan Adalah Akar Peradaban Dunia Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu

Kesehatan · 13 Sep 2022 12:00 WIB ·

6 Jenis Obat Sakit Mata yang Sebaiknya Kamu Ketahui


Img: pexels-bess-hamiti Perbesar

Img: pexels-bess-hamiti

Mengalami gangguan atau penyakit mata tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, menggunakan sembarang obat sakit mata tanpa terlebih dahulu mengkonsultasikan jenis penyakit mata apa yang kamu derita bukanlah cara yang bijak untuk menangani keluhan yang muncul. Tindakan ini berpotensi memperparah masalah mata yang ada.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat sakit mata yang umum, beserta fungsinya menurut Alodokter:

Air mata buatan

Tetes mata air mata buatan dapat melembabkan permukaan mata dan sering berfungsi untuk mengobati mata kering. Kondisi mata kering biasanya memiliki gejala seperti gatal pada mata, rasa tidak nyaman, perih, atau sensasi ada sesuatu yang tersangkut di mata.

Air mata buatan dapat berfungsi untuk mengobati mata merah dan iritasi mata selain untuk mengobati mata kering. Obat ini tersedia tanpa resep dokter. Namun, lebih baik kamu memiliki resep dokter untuk penanganan yang tepat.

Steroid tetes mata

Obat sakit mata yang mengandung steroid harus dengan resep dokter. Steroid mengurangi peradangan dengan menghambat atau menekan kerja sistem kekebalan tubuh.

Obat yang mengandung steroid biasanya berfungsi untuk mengobati peradangan, iritasi, nyeri, dan pembengkakan mata. Fluocinolone, prednisolone, dexamethasone, dan fluorometholone adalah contoh obat steroid yang biasa terdapat pada obat tetes mata.

Antibiotik

Infeksi mata bakterial dapat kamu kenali dengan munculnya gejala seperti mata merah, berair dan keluarnya nanah berwarna kuning atau hijau (belekan). Jika kamu memiliki gejala-gejala ini, kamu harus minum obat sakit mata yang mengandung antibiotik.

Antibiotik yang sering berguna untuk mengobati infeksi mata meliputi: chloramphenicol, gentamicin, tobramycin, ciprofloxacin, levoflxacin, bacitracin, neomycin, dan polymyxin.

Obat yang mengandung antibiotik hanya efektif membunuh bakteri; mereka tidak efektif dalam mengobati infeksi mata yang disebabkan oleh virus atau jamur. Kamu harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih antibiotik mata untuk mengobati infeksi bakteri pada mata.

Antihistamin

Obat pereda nyeri mata dengan kandungan antihistamin digunakan untuk mengobati mata gatal dan berair akibat alergi. Antihistamin bekerja dengan menghambat produksi histamin, zat alami yang menyebabkan gejala alergi. Ketifen dan klorfeniramin maleat adalah dua obat sakit mata antihistamin.

Obat yang mengandung antihistamin tidak baik untuk anak di bawah usia tiga tahun, penderita glaukoma, atau orang yang menggunakan obat tertentu, seperti benzalkonium klorida.

Beta blocker

Timolol dan obat sakit mata beta-blocking lainnya bekerja untuk mengurangi tekanan berlebih pada bola mata penyebabnya yaitu glaukoma atau tekanan darah tinggi (hipertensi okular). Obat ini hanya dapat kamu peroleh dengan resep dokter.

Carbonic anhydrase inhibitors

Glaukoma dapat membaik dengan obat sakit mata ini. Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi cairan di bola mata, sehingga tekanan di dalam bola mata menjadi berkurang.

Yuk, kunjungi laman Instagram dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Makanan 4 Sehat 5 Sempurna: Berikut Pengertian dan Manfaatnya

18 Februari 2024 - 20:43 WIB

Tips Menjaga Kesehatan Selama Musim Hujan

11 Februari 2024 - 21:30 WIB

Tips Menjaga Kesehatan

Manfaat Mentimun Bagi Kesehatan Tubuh, Wajib Baca!

1 Februari 2024 - 21:09 WIB

Manfaat Mentimun

Manfaat Jus Seledri Bagi Kesehatan Yang Perlu Diketahui

9 Januari 2024 - 21:47 WIB

Manfaat Jus Seledri

Manfaat Buah Anggur Untuk Kesehatan

30 November 2023 - 19:45 WIB

Manfaat Buah Anggur

Screening kesehatan Adalah Upaya Pencegahan Penuh Manfaat

22 November 2023 - 12:10 WIB

Tips Lolos Beasiswa LPDP
Trending di Kesehatan