Menu

Mode Gelap
Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026 20 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi QS Asia 2026 Materi Belajar SD/MI Kelas 1 Kurikulum Merdeka Tips Mendidik Anak Menjadi Pelajar Berprestasi

Kesehatan · 16 Okt 2022 12:00 WIB ·

Sleep Training: Pelatihan Bayi Untuk Tidur Sendiri


Img: Pexels/Georgia-Maciel- Perbesar

Img: Pexels/Georgia-Maciel-

Proses mengajar bayi untuk tidur sendiri tanpa bantuan sepanjang malam dikenal sebagai sleep training. Selanjutnya, pelatihan tidur mengajarkan bayi untuk kembali tertidur sendiri setelah bangun di malam hari. Ini adalah praktik pengasuhan anak yang sangat umum di negeri bagian barat, lho!

Selain meningkatkan kualitas tidur bayi, mama dan papa, sleep training memiliki keuntungan sebagai berikut:

  • Bayi dapat tidur sendiri tanpa bergantung pada apapun.
  • Dari segi bobot hingga kecerdasan otak, hal ini bermanfaat bagi perkembangan anak.
  • Mama dan papa bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama.

Sulit untuk menerapkan pelatihan tidur untuk bayi. Bagaimanapun para orang tua tidak perlu khawatir.

Mama dan papa bisa menggunakan berbagai teknik sleep training pada anak mereka. Perhatikan tips di bawah ini!

No tears

Mama bisa menggunakan metode latihan tidur ini dengan duduk di sebelahnya sebelum tidur. Karena dia melihat wajah ibunya, tujuannya agar dia merasa tenang saat ingin tidur.

Namun, cara ini sulit dilakukan oleh sebagian besar ibu karena bayi mungkin merajuk saat melihat ibunya, minta disusui, atau digendong. Alhasil, cara ini lebih cocok jika bayi sudah mencapai usia satu tahun.

Cry it out

Berbeda dengan metode latihan tidur sebelumnya, Mama harus sedikit kejam dalam metode “Cry-It-Out” karena harus membiarkan bayinya menangis keras dan meninggalkannya sendiri. Kuncinya adalah memastikan bayi kenyang, popoknya bersih, dan dia siap tidur.

Mama tidak perlu menenangkannya; dia hanya perlu berdiri di depan pintu. Saat bayi lelah, ia akan tertidur dengan sendirinya. Metode ini mengajarkan bayi untuk tenang dan menemukan posisi yang nyaman. Namun, komitmen dan tekad Mama sangat perlu agar cara ini berhasil.

Metode ferber

Tidak ingin menggunakan metode kejam seperti Cry-It-Out? kamu dapat mencoba metode Ferber, yang melibatkan membiarkan bayi kamu menangis selama beberapa waktu sebelum memeriksanya. Tingkatkan interval menangis selama beberapa menit sampai dia tertidur. Mama bisa memeriksa setelah 5 menit, lalu 10 menit, dan seterusnya.

Kamu dapat secara bertahap menambah panjang interval ini selama beberapa malam untuk mengurangi kehadiran kamu di kamar bayi sehingga dia dapat berlatih menenangkan diri. Setelah selesai, kamu tidak perlu memeriksanya lagi hingga keesokan paginya!

Whisperer/Fading

Mama bisa menggunakan metode latihan tidur ini jika si kecil lebih suka tidur sambil digendong atau dipeluk. Saat bayi kamu mulai menangis, kamu bisa menenangkannya dengan menggendong atau memeluknya. Saat bayi sudah tenang tetapi belum benar-benar tidur, kamu bisa menidurkannya di tempat tidur.

Namun, cara ini bisa menguji kesabaran Mama karena sesekali kamu harus menggendongnya untuk menenangkan bayi saat ia menangis.

 

Yuk, kunjungi laman Instagram dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Tips Liburan Hemat tanpa Menguras Kantong

26 Juni 2026 - 07:09 WIB

Cara Merawat Sepatu agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

25 Juni 2026 - 23:10 WIB

Cara Menurunkan Berat Badan secara Alami dan Sehat

25 Juni 2026 - 21:30 WIB

Cara Merawat Rambut agar Tidak Mudah Rontok

25 Juni 2026 - 21:14 WIB

Tips Membaca Buku Lebih Cepat dan Tetap Paham

25 Juni 2026 - 19:16 WIB

Tertarik terjun di bidang

Tips Liburan Aman saat Musim Hujan

25 Juni 2026 - 11:15 WIB

Tips Hemat Liburan
Trending di Tips dan Trik