Menu

Mode Gelap
Elon Musk Beli Twitter: Pembaruan Twitter Siap Datang Seberapa Penting Kesehatan Untuk Kehidupan Perempuan Adalah Akar Peradaban Dunia Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu

Edukasi · 2 Mar 2024 21:27 WIB ·

Apa itu Quiet Quitting: Kenali Definisi hingga Cara Mencegahnya


Ilustrasi Menjaga Kesehatan Mental (img: wgbh.org) Perbesar

Ilustrasi Menjaga Kesehatan Mental (img: wgbh.org)

Quiet quitting, atau pengunduran diri diam diam, adalah fenomena di tempat kerja di mana seorang karyawan secara perlahan mulai menarik diri dari pekerjaannya tanpa memberikan peringatan atau pemberitahuan kepada atasan atau rekan kerja. Hal ini sering kali sulit untuk di deteksi karena tidak ada tanda-tanda yang jelas, namun, dapat memiliki dampak yang signifikan pada produktivitas dan budaya kerja. Dalam tulisan ini, kita akan membahas apa yang di maksud dengan quiet quitting, penyebabnya, dan cara mengatasi masalah ini.

Apa Itu Quiet Quitting?

Apa itu Quiet Quitting

Ilustrasi Dinamika Kerja (img: wgbh.org)

Pengunduran diri secara diam diam terjadi ketika seorang karyawan secara bertahap mengurangi keterlibatannya di tempat kerja tanpa memberikan penjelasan atau peringatan kepada atasan atau rekan kerja. Tanda-tanda quiet quitting mungkin termasuk penurunan produktivitas, kurangnya partisipasi dalam proyek tim, kurangnya minat dalam pertemuan, dan keterlambatan dalam menyelesaikan tugas. Karyawan yang melakukan quiet quitting mungkin merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka, kurang terinspirasi, atau bahkan mengalami masalah personal yang memengaruhi kinerja mereka.

Apa Saja Penyebabnya?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seorang karyawan melakukan mundur diam-diam.

  • Ketidakpuasan Pekerjaan
Apa itu Quiet Quitting

Ilustrasi Menganalisa Beasiswa (img: pexels.com by burst)

Karyawan mungkin merasa tidak puas dengan lingkungan kerja, tugas yang di berikan, atau kebijakan perusahaan.

  • Ketidakjelasan dalam Komunikasi

Ilustrasi Tantangan Hidup (img: unsplash.com)

Kurangnya komunikasi yang jelas dari atasan atau manajemen dapat membuat karyawan merasa tidak di hargai atau tidak termotivasi.

  • Konflik dengan Rekan Kerja

Ilustrasi konflik dalam kerja (img: pexels.com by cottonbro studio)

Konflik interpersonal di tempat kerja dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau tidak aman, yang dapat mengarah pada quiet quitting.

  • Masalah Pribadi

Ilustrasi Sedang Berdiskusi (img: pexels.com by cottonbro studio)

Masalah pribadi seperti stres, kelelahan, atau masalah keluarga juga dapat memengaruhi kinerja seseorang dan menyebabkan quiet quitting.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Untuk mengatasi quiet quitting dan mencegahnya terjadi, ada beberapa langkah yang dapat di ambil oleh manajemen dan karyawan:

  • Kembangkan Budaya Terbuka
Apa itu quiet quitting

Ilustrasi Koneksi Kerja (img: pexels.com by christina morilo)

Pertama, Menciptakan budaya kerja yang terbuka dan inklusif dapat membantu karyawan merasa nyaman untuk berbagi masalah atau kekhawatiran mereka.

  • Komunikasi yang Jelas

Ilustrasi Jaringan Kerja (img: pexels.com by fox)

Berikutnya, Pastikan bahwa komunikasi antara atasan dan bawahan adalah jelas dan terbuka. Atasan harus secara teratur memeriksa dengan karyawan untuk mengetahui apakah ada masalah yang perlu di atasi.

  • Berikan Dukungan dan Bantuan

Ilustrasi Tim Bisnis (img: pexels.com by fauxels)

Sementara itu, Manajemen harus siap memberikan dukungan dan bantuan kepada karyawan yang mengalami masalah pribadi atau profesional. Selain itu, ini bisa berupa sesi konseling, pelatihan tambahan, atau fleksibilitas dalam jadwal kerja.

  • Pantau Kinerja secara Teratur

Ilustrasi Memantau Kinerja Karyawan (img: pexels.com by fauxels)

Selanjutnya, manajemen harus memantau kinerja karyawan secara teratur dan mencari tanda-tanda quiet quitting. Jika ada indikasi bahwa seorang karyawan mulai menarik diri, langkah-langkah harus di ambil untuk mengetahui penyebabnya dan menawarkan solusi.

  • Beri Penghargaan dan Pengakuan

Terakhir ialah dengan Mengakui kontribusi dan pencapaian karyawan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka di tempat kerja.

 

Pengunduran diri diam diam dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada produktivitas dan budaya kerja. Oleh karena itu, penting bagi manajemen dan karyawan untuk mengenali tanda-tanda quiet quitting, memahami penyebabnya, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, mendukung komunikasi yang jelas, dan memberikan dukungan kepada karyawan, pengunduran diri diam-diam dapat di kurangi dan produktivitas dapat di tingkatkan.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Kunci Sukses Membangun Karir di Industri Kesenian

25 Mei 2024 - 22:33 WIB

Mengenal Akuaponik: Pengertian, Komponen, dan Manfaatnya

23 Mei 2024 - 22:10 WIB

UKT Naik, Ini Strategi Mahasiswa Dalam Menyikapinya

21 Mei 2024 - 20:42 WIB

Ukt naik

Perbedaan Les Privat dan Bimbel Yang Perlu Dipahami

20 Mei 2024 - 21:44 WIB

Perbedaan Les Privat

Peran dan Fungsi Bimbingan Konseling dalam Pendidikan

19 Mei 2024 - 20:21 WIB

Tertarik Menjadi Script Writer? Pahami Seluk-beluknya!

19 Mei 2024 - 06:50 WIB

Tertarik Menjadi Script Writer
Trending di Edukasi