Menu

Mode Gelap
Elon Musk Beli Twitter: Pembaruan Twitter Siap Datang Seberapa Penting Kesehatan Untuk Kehidupan Perempuan Adalah Akar Peradaban Dunia Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu

Edukasi · 1 Apr 2024 22:32 WIB ·

Kebijakan Fiskal Kontraktif: Pahami Pengertian dan Tujuannya.


Ilustrasi Fiscal Policy (img: pajak.com) Perbesar

Ilustrasi Fiscal Policy (img: pajak.com)

Kebijakan fiskal kontraktif adalah strategi yang di terapkan oleh pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi belanja publik atau menaikkan pajak. Pendekatan ini bertentangan dengan kebijakan fiskal ekspansif, yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan belanja atau pemotongan pajak. Dalam tulisan ini, kita akan membahas pengertian dan tujuan utama dari kebijakan fiskal kontraktif.

Pengertian Kebijakan Fiskal Kontraktif

Kebijakan Fiskal Kontraktif

Ilustrasi Fiscal Policy (img: pajak.com)

Kebijakan ini mengacu pada serangkaian tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi belanja publik atau menaikkan pajak dengan tujuan untuk mengurangi tingkat pertumbuhan ekonomi atau mengendalikan inflasi. Penerapan ini dapat mempengaruhi konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Salah satu instrumen utama dalam hal ini adalah peningkatan pajak. Dengan meningkatkan tarif pajak, pemerintah dapat mengurangi jumlah uang yang tersedia bagi konsumen dan perusahaan untuk di konsumsi atau di investasikan, sehingga memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga dapat mengurangi belanja publik dengan memotong anggaran untuk proyek-proyek infrastruktur atau program-program sosial, yang juga akan mengurangi stimulus ekonomi.

Apa Saja Tujuannya?

  • Mengendalikan Inflasi
Kebijakan Fiskal Kontraktif

Ilustrasi Inflasi (img: pinterpolitik.com)

Salah satu tujuan utama kebijakan fiskal kontraktif adalah untuk mengendalikan laju inflasi yang tinggi. Dengan mengurangi permintaan agregat melalui penurunan belanja publik atau peningkatan pajak, pemerintah dapat membantu mengurangi tekanan inflasi yang mungkin timbul akibat permintaan yang berlebihan.

  • Mengurangi Defisit Anggaran

Ilustrasi Defisit (img: finansialku)

Penerapan kebijakan fiskal kontraktif juga bertujuan untuk mengurangi defisit anggaran yang melebar. Defisit yang terlalu besar dapat mengakibatkan masalah keuangan jangka panjang bagi pemerintah, seperti peningkatan utang publik dan ketidakstabilan ekonomi. Dengan mengurangi belanja atau meningkatkan pendapatan pajak, pemerintah berharap dapat mengurangi defisit anggaran dan memulihkan keseimbangan fiskal.

  • Mendorong Stabilitas Ekonomi Jangka Panjang

Ilustrasi Pajak (Img: pexels.com by nataliya baitkevich)

Kebijakan fiskal kontraktif juga memiliki tujuan jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Dengan mengurangi pertumbuhan ekonomi yang berlebihan, pemerintah berharap dapat mencegah terjadinya gelembung ekonomi yang pada akhirnya dapat mengakibatkan resesi atau krisis ekonomi yang lebih besar.

  • Memulihkan Kepercayaan Investor
Tips Mudah Mengingat Nama

Ilustrasi Bersalaman (img: pexels.com by fauxels)

Langkah-langkah yang di ambil dalam kebijakan ini juga dapat membantu memulihkan kepercayaan investor dalam perekonomian. Dengan menunjukkan komitmen untuk mengendalikan inflasi dan mengelola defisit anggaran, pemerintah dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan memicu investasi yang lebih stabil.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Kunci Sukses Membangun Karir di Industri Kesenian

25 Mei 2024 - 22:33 WIB

Mengenal Akuaponik: Pengertian, Komponen, dan Manfaatnya

23 Mei 2024 - 22:10 WIB

UKT Naik, Ini Strategi Mahasiswa Dalam Menyikapinya

21 Mei 2024 - 20:42 WIB

Ukt naik

Perbedaan Les Privat dan Bimbel Yang Perlu Dipahami

20 Mei 2024 - 21:44 WIB

Perbedaan Les Privat

Peran dan Fungsi Bimbingan Konseling dalam Pendidikan

19 Mei 2024 - 20:21 WIB

Tertarik Menjadi Script Writer? Pahami Seluk-beluknya!

19 Mei 2024 - 06:50 WIB

Tertarik Menjadi Script Writer
Trending di Edukasi