4 Fakta Unik Ubur-Ubur, Ternyata Lebih Tua dari Dinosaurus! –Ubur-ubur merupakan salah satu makhluk yang menarik namun paling menakutkan di dunia laut. Hewan ini termasuk golongan karnivora karena mayoritas spesiesnya makan zooplankton dan sesama ubur-ubur. Meski bentuknya cantik dan unik, ubur-ubur juga mempunyai beberapa fakta menarik yang berbeda dengan makhluk laut lainnya, lho!
Ubur-ubur dengan nama ilmiahnya Scyphozoa. Hewan ini ternyata telah hidup sejak ratusan juta tahun lalu, bahkan sebelum adanya hewan dinosaurus. Lalu, kira-kira apa saja ya fakta unik lainnya tentang ubur-ubur? Yuk, simak artikel di bawah ini!
4 Fakta Unik Ubur-Ubur, Ternyata Lebih Tua dari Dinosaurus!
Ubur-ubur mungkin saja lebih tua dari Dinosaurus
Faktanya ubur-ubur tidak mempunyai tulang sehingga peneliti sulit mencari fosil untuk dipelajari. Namun, para ilmuwan telah memiliki sejumlah bukti yang merujuk pada makhluk-makhluk tersebut telah mendiami lautan dunia sekitar 500 juta tahun lalu. Adapun garis keturunan ubur-ubur bisa lebih jauh, yaitu sekitar 700 juta tahun lalu. Itu bisa seperti tiga kali usia dinosaurus pertama. Sejumlah fosil ubur-ubur tertua berasal dari Utah, dan bagian barat Amerika Serikat di sekitar Samudera Pasifik.
Ubur-ubur mempunyai mata
Meskipun bentuk tubuhnya sederhana, sebagian spesies ubur-ubur mempunyai penglihatan. Bahkan beberapa diantaranya memiliki penglihatan yang kompleks. Seperti ubur-ubur kotak memiliki 24 mata, 2 diantaranya bisa melihat warna. Adanya rangkaian sensor visual hewan yang rumit menjadikannya salah satu dari makhluk dunia yang mampu melihat 360 derajat penuh melihat sekitarnya.
Tetap menyengat meski sudah mati
Ubur-ubur tetap berbahaya meski sudah mati. Hal ini karena tentakelnya dilengkapi nematocyst yang mengandung racun dan bisa menyengat meski sudah tidak bernyawa. Para ahli mengatakan bahwa jika seseorang memakan cumi-cumi yang sempat memangsa ubur-ubur dan belum tercerna sepenuhnya, maka ubur-ubur masih dapat menyengat dan membahayakan orang yang memakannya.
Ubur-ubur memiliki sistem saraf lebih dari satu
Umumnya makhluk hidup lain memiliki satu sistem saraf di bagian otak. Namun beda dengan ubur-ubur, mereka mempunyai lebih dari satu sistem saraf yaitu jaringan saraf besar yang bekerja saat mereka berenang dan jaringan saraf kecil yang berfungsi mengatur perilaku ubur-ubur yang lain. Jaringan saraf kecil inilah yang memungkinkan mereka menggunakan tentakel untuk menangkap mangsanya.
Yuk, kunjungi laman Instagram dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!