Aku bukannya menyerah, hanya sedang lelah: buku yang mengajari untuk lebih love self dan bisa peduli ke diri sendiri.
Di masa kanak-kanak tempo kemarin, mungkin tidak banyak hal yang penting untuk larut dipikirkan setiap malamnya. Masih ada dua sosok super hero yang siap menjadi pengawal setia yang selalu siap siaga membantu. Kendati demikian, otak tak pernah memandang umur untuk ikut merekam setiap peristiwa yang terjadi di dekat kita, baik itu kejadian yang dialami diri sendiri maupun orang-orang sekitar.
Dewasa ini, semakin banyak kejadian yang direkam otak. Remaja yang memasuki fase dewasa akan dibuat kalut dengan hal-hal yang tidak perlu dipikirkan. Yang mana bisa menjadi pemicu timbulnya berbagai kecemasan. Kecemasan bisa membuat orang yang memikirkannya susah untuk terlelap dalam tidur, pola makan berantakan, tubuh yang tiba-tiba ringkih karena stress dan berbagai hal negatif lainnya.
Buku Aku bukannya menyerah, hanya sedang lelah menarik kita untuk bisa lebih berkompromi dengan pikiran dan mencoba menerima bagaimana bentuk diri masing-masing. Tidak apa-apa untuk mengambil rehat sejenak disela-sela banyaknya terpaan masalah. Seperti yang dituliskan penerjemah buku, “Satu syarat untuk membaca buku ini adalah: Jadilah baik untuk dirimu sendiri.” kenapa seperti itu? Karena orang-orang kadang lupa untuk mem-prioritaskan dirinya lebih dulu dibanding yang lain, hal itu bisa membuat terterkan. Dirimu juga butuh hangatnya ucapan serta pelukan dari tuan pemiliknya sendiri.
Dalam buku ini juga mengajak kita untuk mencoba melepaskan hal-hal yang dirasa membuat diri menderita. Rasa khawatir mungkin kerap kali muncul saat kamu mencoba untuk mengambil keputusan. Walaupun begitu dengan kamu berani mengambil keputusan yang dirasa cocok tanpa adanya tekanan kedepannya, itu akan lebih bagus.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang merasa lelah dengan banyaknya pilihan dalam hidup. Pengingat bagi kamu kalau merasa capek berarti harus istirahat juga banyak hal-hal yang bisa ditanamkan ke diri sendiri. Tulisan yang ditulis Geulbaewoo sangat bersahabat, ringan dan selalu mengingatkan bahwa peduli pada diri sendiri is important thing. Dia juga menuliskan langsung pengalaman pribadinya yang bisa dijadikan sebuah pembelajaran. Jangan keras ke dirimu karena yang selama ini berjuang adalah kamu dan dirimu.
Kontributor Media Edukasi Indonesia : Julita