Menu

Mode Gelap
Elon Musk Beli Twitter: Pembaruan Twitter Siap Datang Seberapa Penting Kesehatan Untuk Kehidupan Perempuan Adalah Akar Peradaban Dunia Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu

Buku · 22 Mar 2022 01:07 WIB ·

How to Die, Nasehat Seneca dalam Memaknai Kematian


How to Die: Sebuah Panduan Kuno untuk Mati - Seneca Perbesar

How to Die: Sebuah Panduan Kuno untuk Mati - Seneca

Filsafat Stoa atau Stoisme merupakan aliran yang didirikan oleh seorang filsuf Yunani kuno bernama Zeno. Filsafat Stoa merupakan aliran yang memiliki sifat berupa perasaan kagum terhadap tatanan dan keteraturan yang ada di dunia ini. Para filsuf Stoa meyakini bahwa apa yag disebut sebagai kebaikan-kebaikan eksternal seperti kekayaan, kesehatan, kesenangan, penghargaan, kecantikan, dan kepandaian tidaklah memiliki peran khusus dalam mencapai kebahagiaan yang sempurna. Dalam hal ini, keteraturan merupakan nasib yang sudah ditakdirkan sehingga segala sesuatu yang ada di dunia ini menjadi tampak terikat. Perlu diketahui bahwa keyakinan Stoa ini sudah terasa asing dan berlawanan dengan intuisi manusia modern pada zamannya saat itu. Namun, Stoisme sendiri dianggap sebagai aliran filsafat yang memiliki pengaruh tersendiri dalam masa kekaisaran Romawi kuno. Dengan keyakinan semacam itu, filsafat Stoisme ini menjadi salah satu diantara aliran Platonisme, Aristotelianisme, dan Epikurianisme yang merupakan empat filsafat paling berpengaruh di zaman Yunani kuno.

Dalam buku How to Die karya James S. Romm, disampaikan pesan-pesan yang disampaikan oleh salah satu filsuf Stoa, Seneca, mengenai pemaknaan suatu bentuk kematian. Dalam buku ini, disampaikan bahwa baginya, hidup merupakan perjalanan menuju kematian dan setiap orang perlu mempersiapkan kematiannya dalam sepanjang hidupnya. “Perlu seumur hidup untuk belajar bagaimana menjelang ajal,” ujar Seneca.

Seneca sendiri merupakan salah satu tokoh terkemuka dengan karakter intelektual tinggi di Roma pada abad pertama Masehi dengan kemampuan mengamati segala sesuatu secara jelas, pengetahuan yang luas, serta mampu membawakan pemikirannya secara lugas. Dengan kehadirannya dalam aliran filsafat Stoisme, dia beranggapan bahwa manusia yang bahagia adalah manusia yang sepenuhnya mampu menyesuaikan dirinya dengan kodrat sehingga dia bisa merasa mencapai titik kebebasan dalam hidupnya. Bagi aliran Stoa, manusia memang tidak bisa menentang dan memisahkan dirinya dari hukum alam, namun ia bisa menyesuaikan dirinya. Hal itu juga disampaikan oleh Seneca kepada beberapa orang dalam buku How to Die bahwa kematian bukanlah suatu hal yang ditakutkan. Seneca menyampaikan, kematian merupakan puncak dari sebuah pencapaian dalam hidup dan setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam menerima sebuah kematian, antara ia siap ‘dijemput’ oleh kematian tersebut, atau ia berani ‘menjemput’ kematian, atau dengan cara lain dalam menerima dan menghadapi kematian.

Buku karya James S. Romm ini berisikan enam bab. Yaitu, ‘Persiapkan Diri Kita’, ‘Jangan Merasa Takut’, ‘Jangan Ada Penyesalan’, ‘Bebaskan Diri Kita’, ‘Menjadi Satu Bagian dari Keutuhan’, dan bab terakhir adalah ‘Epilog: Lakukan yang Kau Khotbahkan’.

Buku ini menarik dan mudah untuk dibaca karena sebelumnya, bagi kebanyakan orang bidang filsafat merupakan suatu hal yang berat dan sulit untuk dipahami. Dalam How to Die, banyak berisi tentang surat-surat Seneca yang ia kirimkan ke beberapa kawannya, salah satunya adalah Lucilius. Jadi, buku ini bisa menjadi semacam buku ‘cerita’ karena isinya yang merupakan surat-surat dan ketika membacanya kita sedang seperti diceritakan langsung dengan pembawaan yang baik oleh James S. Romm.

Surat-surat Seneca ini berisikan tentang kisah orang lain dan nasehat dari dirinya tentang pemaknaan kematian. Seneca menyampaikan bahwa selain kematian merupakan hal yang tidak perlu ditakutkan, kematian juga bukanlah suatu hal yang perlu dianggap sebagai duka mendalam karena kematian merupakan suatu hal yang datang kepada siapa saja, entah kapan saja, dan bisa dalam bentuk apa saja.

Kontributor Media Edukasi Indonesia : Muhammad Nazif A’zam

Komentar
Artikel ini telah dibaca 218 kali

Baca Lainnya

4 Rekomendasi Buku Bertema Perempuan yang Menarik untuk Dibaca

7 Juni 2023 - 18:00 WIB

4 Rekomendasi Buku Bertema Perempuan yang Menarik untuk Dibaca

3 Rekomendasi Novel Pendidikan Karya Anak Bangsa

19 Mei 2023 - 18:00 WIB

4 Buku Untuk Menemani Kamu Saat Pergantian Tahun

11 Desember 2022 - 12:13 WIB

Buku Untuk Menemani Kamu Saat Pergantian Tahun

Tips Anti Ngantuk saat Membaca Buku

2 November 2022 - 09:00 WIB

3 Rekomendasi Buku tentang Leadership, Bantu Kamu Jadi Pemimpin yang Baik

7 Oktober 2022 - 09:00 WIB

3 Film Terkenal Hasil Adaptasi Buku Karya Roald Dahl

6 Oktober 2022 - 20:00 WIB

Trending di Buku