Menu

Mode Gelap
Elon Musk Beli Twitter: Pembaruan Twitter Siap Datang Seberapa Penting Kesehatan Untuk Kehidupan Perempuan Adalah Akar Peradaban Dunia Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu

Inspirasi · 24 Apr 2022 09:09 WIB ·

Ketika Otodidak Jadi Pilihan


Img by Salam Yogyakarta Perbesar

Img by Salam Yogyakarta

Bisa kuliah ada yang sangat diharapkan oleh siapapun. Akantetapi hal ideal sendiri terkadang sulit untuk diwujudkan. Berbeda dengan saat ini. Justeru pada tahun 1991 ketika saya lulus sebagai siswa terbaik di sebuah SMA swasta di Kota Bandung. Saat itu hati hanya bisa membantin. Uang untuk ikut seleksi masuk perguruan tinggi negeri kalau dulu dikenal dengan UMPTN, tak bisa saya gunakan untuk itu karena kalaupun diterima dari mana biaya untuk kuliahnya.

Saat itu kondisi orangtua saya dalam kondisi memprihatinkan, sudah ayah menganggur saya pun punya adik lima semuanya adalah laki-laki. Pikiranku saat itu daripada dipakai uang untuk daftar lebih baik saya berikan kepada ibu saya untuk makan sehari-hari saja. Cita-citaku untuk bisa kuliah jelas kandas. Sedih memang tapi hidup takkan berhenti saat itu dan akan terus berjalan. Saat aku aku memang punya hobi menulis sewaktu SMA dan aku memulai menulis dengan meminjam mesin tik tetangga.

Dalam sebuah kesempatan ada sebuah lowongan menjadi reporter di harian MANDALA di Kota Bandung. Aku mengirimkan lamaran dengan ijazah yang baru saja kutebus dengan mendapatkan uang dari kerja menjadi karyawan sebuah perusahaan garment, perusahaan tekstil dan perusahaan karet. Sayang karena bertepatan dengan bulan Ramadhan sehingga surat panggilan itu telat datangnya hingga saya tak bisa mendapatkan kesempatan itu. Saya datang ke kantor redkasi tapi hasilnya nihil. Lalu aku titipkan sebuah naskah cerpen dan akhirnya dimuat di media itu walaupun tak ada honor, saya gembira dan saya mulai percaya diri dengan kemampuan menulis saya. Saat itu saya senang karena pertama kali tulisan saya bisa dimuat di media lokal.

Menariknya saat masa reformasi tahun 1998 ternyata membuka kesempatan saya untuk bisa mewujudkan cita-cita. Saya melihat sebuah iklan tentang pelatihan untuk menjadi wartawan Namanya Lembaga Pendidikan Wartawan Islam dan Semarang serta sistem belajarnya jarak jauh. Alhamdulillah aku bisa mengikuti pelatihan itu selama tiga bulan dengan nilai memuaskan. Hingga saya diminta untuk menjadi koresponden Kota Bandung untuk majalah MUAMALAH. Saya ambil pekerjaan itu tetapi ketika turun di lapangan saya tidak pede karena banyak wartawan senior. Pertama kali saya bertugas justeru meliput Deklarasi Partai Bulan Bintang tahun 1998 di Masjid Istiqomah Bandung dan bersama wartawan bisa bersama-sama mewawancarai ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. Berita pun dimuat dan saya bangga karena saya akhirnya bisa menjadi wartawan.

Ternyata majalah itu terbitnya tidak begitu lama dan karena diajak oleh teman untuk mencoba menjadi wartawan di Tabloid reformasi Total maka saya mencobanya dan di sana dipercaya untuk menulis beberapa berita Pendidikan, keluarga, film dan juga olah raga. Kemampuanku menjadi terasah karenanya. Tetapi lagi-lagi tabloid itu tak terbit karena di dalamnya terjadi perbedaan pandangan. Pada satu sisi ada yang idealis tetapi di sisi lain justeru malah menjadikan tabloid untuk bisa mencari uangs ebanyak-banyaknya. Aya memegang yang idealis itu.

Tahun 1999 iseng-iseng saya ke Pusat Dakwah Islam (Pusdai) jabar dan mendapati sebuah majalah TREN untuk remaja muslim. Saya mencoba mengirim beberapa liputan ke media tersebut hingga lambat laun media tersebut memberi kepercayaan agar saya meliuput kegiatan remaja muslim di Kota Bandung. Beberapa orang yang mengelola media tersebut kini ada yang menjadi penyair, penulis novel dan juga penulis scenario. Justeru saya beruntung dipertemukan dengan Redaktur Pelaksana majalah Islam SABILI, MU Salman yang mengajak saya untuk bisa membantu pemberitaan di Kota bandung dan saya pun menyanggupinya. Tugas pertama yang diberikan pada tahun 2000 adalah meiput soal pelarangan jilbab di STPDN dan juga meliput kasus agrarian di Garut Selatan. Tugas itu dapat dilakukan dengan baik hingga saya dipercaya belkerja di media tersebut sampai tahun 2013 sampai majalah tersebut akhirnya bangkrut.

Ternyata walaupun berhenti menjadi wartawan namun kemampuan menulis yangs ellau terasah maka hal itu menjadi modal untuk memilih profesi sebagai penulis lepas. Udah banyak media massa dan media online yang memuat tulisan saya. Bahkan saya pun  bisa menulis ide cerita di SCTV dan TRANS7 karena mampu menjalin komunikasi dengan orang-orang yang bekerja di bidang itu melalui facebook dan itu digeluti dari tahun 2016 sampai sekarang. Sehingga menjadi profesi penulis lepas sangat menyenangkan dan ternyata bisa pula diandalkan untuk kehidupan walaupun pendapatan yang dihasilkan kadang fluktuatif.

Namun demikian dari perjalanan meniti kaier tersebut dapat jelas tergambarkan bahwa sebuah cita-cita dapat dicapai kendati tidak melalui sekolah formal atau kliah asalkan ada kemauan untuk meraihnya. Iu memang realita yang tak terbantahkan akantetapi untuk saat ini sebaiknya siapapun harus berani kuliah dengan kondisi apapun apalagi banyak beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah dan berbagai lembaga yang ada agar bisa maju di dalam meraih cita-cita.

Memang otodidak sangat penting akantetapi untuk kondisi saat ini sudah seharusnya siapapun agar bisa kuliah demi meraih cita-cita karena kondisi saat ini akan seperti itu dan yang pasti raihlah cita setinggi langit agar semuanya bsia menjadi orang sukses.***

Kontributor Media Edukasi Indonesia :Deffy Ruspiyandy 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Dari Komedian Jadi Sutradara Gemilang, Inilah Kisah Sukses Jordan Peele

10 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Jordan Peele

Habis Gajian? 4 Buku Keuangan yang Membantu Pengeluaranmu!

9 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Buku Keuangan

Menembus Atmosfer, Kisah Inspiratif di Balik Penemu Roket

7 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Penemu Roket

Sukseskan Perayaan 17 Agustus dengan 5 Lomba Kreatif!

3 Agustus 2023 - 15:00 WIB

Lomba Kemerdekaan Indonesia

Meneladani Semangat 4 Tokoh Inspiratif yang Tak Kenal Menyerah

1 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Tokoh Inspiratif Tak Kenal Menyerah

Intip 4 Karir Cemerlang untuk Lulusan Sastra Inggris

9 Juni 2023 - 18:00 WIB

Intip 4 Karir Cemerlang untuk Lulusan Sastra Inggris
Trending di Inspirasi