Menu

Mode Gelap
Elon Musk Beli Twitter: Pembaruan Twitter Siap Datang Seberapa Penting Kesehatan Untuk Kehidupan Perempuan Adalah Akar Peradaban Dunia Arti Orang Terdekat Dalam Kesuksesanmu

Buku · 24 Apr 2022 09:52 WIB ·

Mengkondisikan Tradisi Membaca dan Menulis Berkelanjutan


Instagram/@awaywithbooks
Perbesar

Instagram/@awaywithbooks

Budaya literasi di negeri ini belumlah begitu mengakar kuat. Tak mengherankan, jika kemudian terkait hal-hal seperti ini tidaklah menjadi prioritas utama dalam kehidupan dan tidak menjadi perhatian serius dari siapapun termasuk Pemerintah—yang mungkin lebih memperhatikan hal yang lebih penting dibanding hal ini seperti pembangunan infrastruktur salah satunya. Padahal menggelorakan semangat masyarakat agar melek baca dan mampu menulis adalah bagian pengembangan SDM yang ada demi kemajuan bangsa itu sendiri.

Tradisi membaca dan menulis bukanlah hal yang sulit untuk mampu ditumbuh kembangkan di negeri ini ketika semua pihak mau mengambil peran dalam mewujudkan hal itu. Negeri Indonesia sendiri dalam hal ini malah menjadi sebuah negara yang kurang menggembirakan ketika membicarakan tentang kebiasaan membaca dan menulis. Padahal kemajuan sebuah bangsa salah satunya ditentukan oleh kemampuan seseorang di dalam kedua hal tesrebut. 

Buku ini sendiri membedah tentang pentingnya merangkai kebiasaan membaca, menulis sampai menyediakan perpustakaan yang representatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang haus akan bacaan yang diperlukan dalam berbagai hal. Ketiga hal tersebut saling mengikat dan tak bisa berjalan sendiri-sendiri karena membentuk satu kesatuan utuh. Majunya sebuah negara pun ditandai dengan Index Pembangunan yang baik dan salah satunya terwakili dengan kebiasaan membaca orang-orang di negara bersangkutan. Bagaimana Indonesia akan dikatakan maju jika kebiasaan membaca dan menulisnya  justeru rendah sekali.

 Di Indonesia sangat minim sekali jika diukur dari orang yang membaca buku.  Menurut data statistik yang ada menunjukkan bahwa satu orang di Indonesia hanya mampu membaca 8-9 judul buku per tahun. Dengan asumsi bahwa buku yang harus dibeli harganya cukup mahal. Jadi ada keinginan agar Pemerintah bisa membantu mengatasi hal ini dan jika mampu menyisihkan anggaran untuk hal ini maka merupakan angin segar yang bisa mendorong terciptanya satu budaya literasi yang sehat dan baik di tanah air tercinta ini.  

Sejatinya membaca dijelaskan oleh penulis,   bukan sekedar mengeja kata demi kata yang terukir pada sebuah tulisan yang kemudian dikumpulkan dalam sebuah buku. Membaca dapat diartikan sebuah kerja intelektual untuk meningkatkan kemampuan seseorang di dalam memahami sesuatu. Sangat disayangkan, jika kemudian banyak dosen dan juga mahasiswa yang selalu memelihara kemalasan sehingga tidak memiliki jam terbang yang mumpuni dalam urusan membaca ini

Penulis  memaparkan tentang pentingnya mendorong berbagai pihak untuk berjuang mewujudkan minat baca yang tinggi di seluruh lapisan masyarakat. Tak hanya mereka yang tinggal di perkotaan, masyarakat di pedesaan pun semestinya mendapat perhatian juga. Masyarakat di kota akan mampu mendapatkan sumber bacaan selain karena mudah menjangkau perpustakaan yang didirikan juga banyak sekali sumber literatur yang bisa didapatkannya. Dengan banyaknya masyarakat yang sudah terbiasa membaca maka akan mampu pula menciptakan kondisi, di mana mereka akan terdorong  memiliki kemampuan menulis. 

Budaya menulis harus terus menerus dikembangkan dalam berbagai lapisan masyarakat, sebab tradisi menulis ini sudah ada sejak dulu, dan itu terwakili oleh Buya Hamka. Tak terbantahkan pula bahwa tokoh-tokoh terkenal dan para pemimpin di dunia dan juga pemimpin di negeri ini menunjukkan kualitas kepemimpinannya karena teruji dalam kebiasaan membaca dan memiliki kemampuan menulis yang cukup baik. Dua hal tersebut tercipta secara baik melalui proses yang berkesinambungan. Dengan begitu adalah siapapun atau lembaga atau organisasi kemasyarakatan manapun ada baiknya ikut berperan aktif menumbuhkan minat baca dan menulis ini. 

Dua hal tersebut memang penting untuk diprioritaskan. Namun penyediaan perpustakaan yang menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya karena kebutuhan akan bacaan dalam kehidupannya tetap mesti dikondisikan secara baik. Literatur yang ada tidak hanya buku dalam bentuk fisik semata, tetapi proses digitalisasi pada perpustakaan pantas diwujudkan sesuai tuntutan zaman. Dalam arti kata pembaca mesti dimanjakan dengan bacaan yang sehat dan berkualitas hingga mendorong mereka tetap kritis terhadap hal yang terjadi dan tidak menelan bulat-bulat informasi yang belum jelas. 

Dengan terus menciptakan kondisi budaya literasi yang berkesinambungan dengan mengikuti perkembangan zaman yang terjadi maka akan membuat kondisi itu selamanya terpelihara. Menurut penulis, semua itu akan menjadi tuntutan di masa mendatang. Jadi dengan mempersiapkan kondisi-kondisi yang memungkinkan mendukung proses yang dipaparkan dalam buku ini secara baik maka dapat memunculkan satu peradaban yang terstruktur dan membangun masyarakat yang berkepribadian serta  memiliki kualitas intelektual yang baik. 

Paparan yang disampaikan penulis memang diupayakan dengan bahasa sederhana yang bisa dimengerti oleh pembaca, namun seringkali penulis yang menjadi dosen ini kerap membagi tulisannya membuat pembaca mesti sedikit menelaah secara mendalam agar bisa memahami pemikiran yang disampaikannya. Walaupun dapat dikatakan alur penulisan cukup mengalir namun  kelebihan buku ini secara ide dan gagasan justeru terganggu dengan ejaan kata yang salah di beberapa bagian tulisan. 

Karenanya kita siap-siap saja untuk terkondisikan dengan kegiatan membaca dan menulis yang berkelanjutan selama kita semua masih hidup. Jika membaca sudah menjadi kebiasaan maka akan mendorong kita pun mampu menulis karya-karya yang baik. Sekali lagi, buku ini sarat ajakan, jangan sampai menyepelekan membaca, menulis dan mengunjungi perpustakaan karena ketiga unsur itu berjuta rasanya.***    

Judul Buku : Literasi Kata, Pentingnya Menulis, Membaca, Hingga Perpustakaan

Penulis : Roni Tabroni

Penerbit : Tepas Institute

Tebal : xiv + 153 Halaman

Cetakan : Mei,2020

ISBN : 978-623-94054-0-3

Kontributor Media Edukasi Indonesia : Deffy Ruspiyandy

Komentar
Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

4 Rekomendasi Buku Bertema Perempuan yang Menarik untuk Dibaca

7 Juni 2023 - 18:00 WIB

4 Rekomendasi Buku Bertema Perempuan yang Menarik untuk Dibaca

3 Rekomendasi Novel Pendidikan Karya Anak Bangsa

19 Mei 2023 - 18:00 WIB

4 Buku Untuk Menemani Kamu Saat Pergantian Tahun

11 Desember 2022 - 12:13 WIB

Buku Untuk Menemani Kamu Saat Pergantian Tahun

Tips Anti Ngantuk saat Membaca Buku

2 November 2022 - 09:00 WIB

3 Rekomendasi Buku tentang Leadership, Bantu Kamu Jadi Pemimpin yang Baik

7 Oktober 2022 - 09:00 WIB

3 Film Terkenal Hasil Adaptasi Buku Karya Roald Dahl

6 Oktober 2022 - 20:00 WIB

Trending di Buku